0

Lawan Kawan Sama Teman

Posted in
4 November 2014
Tertunduk kepalaku saat kembali mengingat kejadian dini hari tadi, aku seorang pemimpin tidaklah dapat berbuat banyak saat orang yang ku pimpin mendapatkan Musibah, bahkan ia adalah salah seorang kabinet dari kementrian yang aku dan rekan kerjaku ciptakan.
Banyak hal yang menyebabkan akan itu semua, keterbatasanku akan bahasa amiyah, keberanianku saat harus berhadapan dengan urat-urat besar orang-orang yang penuh emosi saat mempertahankan ego dan kepentingan mereka masing-masing.
Perampokan mobil yang berujung tabrakan 3 buah mobil itu serasa bias karena kepentingan banyak pihak. Sang pemilik mobil dibantu orang-orang yang aku rasa turut mencari kehidupan dari musibah yang ditimpah sang korban, mungkin lebih panta aku katakan ini adalah kospirasi pemancing sukses dalam air yang keruh, perampok yang beberapa saksi dan pemuda pribumi katakan kenal dan tahu persis bahkan hingga keluarganya ditutup-tutupi karena secara insting mereka tahu persis jikalau kasus ini dilaporkan dan diangkat segera ke kepolisan sektor setempat secara otomatis mereka tidak akan mendapatkan ganti rugi dari kerusakan mobil akibat kebodohan si perampok.
Ammu Hadi si pemilik baala (warung teradisional) yang kesehariannya melayani orang-orang wafidin (orang asing yang tengah belajar di Mesir) termasuk orang-orang Indonesia yang berdomisili di Bawabah bahkan 50% pemasukannya dari pembeli berasal dari Indonesia, bahkan seluk beluk orang-orang Indonesia di Mesir sudah di luar kepalanya karena seringnya berta'amul (bersosialisasi) bersama orang-orang Indonesia tampil dengan sosok yang paling menyudutkan korban malam itu.
Banyak senior-senior yang saat itu turut hadir peduli akan kejadian dini hari itu merasa geram dengannya, mulai dari tingkahnya menyita kunci serta STNK mobil yang dikendarai oleh Bakhtiar kala itu, hingga membeberkan bahwasanya mobil yang dikendarainya itu adalah mobil sewaan yang mana bisnis rental mobil yang dilakukan beberapa orang mahasiswa Indonesia di Mesir ini masih bersetatus ilegal yang membuat pemilik mobil tersebut turut berat untuk segera melaporkan kasus ini dan lebih memilih mendengarkan para pemilik mobil yang jadi korban atas kebodohan si perampok untuk menganti rugi semua kerusakan mobil tersebut.
Aku mencoba turut angkat suara dan menyakinkan mereka akan menjatuhkan tuduhan tanpa dasar dan dalam ketatanegaraan berkaitan dengan hukuman tidak akan pernah diterima, jikalau kita nantinya mengganti rugi atas kebodohan si pencuri menabrak mobil orang lain dan nantinya jikalau si pencuri berhasil ditangkap kemudian meminta ganti rugi atas segala yang dia perbuat, tidak akan mungkin bisa, aku beralasan karena dalm persidangan di Mesir natinya jikalau si pencuri dijatuhkan hukuman penjara maka ia tidak akan dibebankan dengan urusan kerugian si korban.
Hingga subuh hari tiba tarik menarik kepentingan masih tercium kental di tambah lagi ammu Hadi terus mengompor-ngompori banyak pihak, beberapa teman Indonesia menyakini bahwa dia pasti akan mendapat persenan dari uang ganti rugi itu nantinya.
Terkadang banyak kejadian yang tidak kita inginkan untuk datang ia malah datang dengan begitu cepat, dan terkadang hal-hal indah yang kita harapkan malah tidak pernah kunjung datang sesuai harapan kita, demikianlah ujian bagi kita semua siapa yang tangguh dan bersyukur dan siapa yang akan mengeluh dan kupur. semoga Bakhtiar termasuk orang-orang yang sabar dan kuat dalam menerima cobaan ini, maafkan kami hanya dapat membantu sekuat yang kami mampu.

0 komentar: