0

Iskandaria Kota Agung

Posted in
5 November 2014

Jreng...jreng....jreng, malam semakin larut, bahagia rasanya setelah dapat mengumpulkan seluruh Dewan Pengurus Pusat Persatuan Pelajar dan Mahasiswa (DPP-PPMI) Mesir, dalam hal evaluasi bulanan. Masa kepemimpinanku saat ini memang sedikit berbeda dengan presiden-presiden sebelumnya, cita-citaku adalah mewarisi system yang baik untuk organisasi induk ini.
Jangan harap orang-orang malas dapat bertahan di kepengurusan tahun ini, sejak awal pelantikan kami semua sudah menyepakati beberapa hal, baik itu sapaan kepada seluruh kabinet dengan menggunakan kata "BUNG" hingga perkumpulan wajib evaluasi bulanan, hingga penegasan-penegasan kepada siapapun yang tidak dapat berkerjasama dan sama-sama berkerja dalam kepengurusan tahun ini.


Usai evaluasi pukul 21.15 aku  dan beberapa kawan langsung bertolak ke mahatta Ramsis guna mengadakan perjalanan malam menuju Kota tua Alexandria, mengunjungi orang-orang sholeh didikan syekh 'Ala Mustafa Naimah, kereta darajah tsaniah menjadi pilihan kami malam ini yang akan mengantarkan kepada tujuan ini untuk menghadiri undangan agung ini.
Pukul 01.20 udara dingin Alexandria sudah menjemputku dan kawan-kawan di stasiun City Gaber, terdengar dring handphone dari saku jas yang aku kenakan, "ya raisna, udah di mana ni ?," tanya suara dari seberang telepon genggam ikepresidennan itu.


"baru sampai di City Gaber ni maulana," jawabku tak kalah memberikan rasa hormat kepada mereka, aku tahu betul bagaimana muamalah mereka kepada siapapun, sangat santun dan bersahaja.
"Alhamdulillah kalau begitu, ini ya rais antum ada undangan makan saur ni dirumah teh neng." ajaknya menimpali jawabanku."
Aku hanya dapat tersenyum selalu saja seperti itu, kenapa mereka harus merepotkan diri mereka sih, dengan kehadiranku, ku tidak ingin menolaknya karena aku sudah tahu persis hal itu hanyalah sia-sia belaka karena mereka akan tetap memaksa kami untuk dapat menikmati jamuan itu.
"masyallah syekh gak perlu repot-repot'" basa basiku menjawab ajakan mulia itu.
Bukan maen dini hari seperti saat ini mereka masih menyuguhkan makanan-makanan spesial seperti ini, nuansa kehangatan ini sulit ditemukan kecuali pada diri orang-orang sholeh, mereka tahu persis akan arti sebuah sabda rasulullah yang berbunyi.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

[رواه البخاري ومسلم]
Semoga akupun demikian dapat mengambil pelajaran adab memuliakan tamu dari mereka-mereka ini, Uhibbukum jami'an ya ahbab Iskandaria.

0 komentar: