1

Blas Bles perjalanan

Posted in
 6 November 2014
"kak kan gak nyambung banget, kalo aku akan mengisi catatan harianmu yang penuh dengan perjalanan dengan ilmu kesehatan yang aku pelajari saat ini," Celoteh Lulu tanpa titik.
Di dunia ini rasanya ibarat jaring laba-laba yang satu sama lain saling berhubungan, menguatkan satu sama lainnya, meski satu harus berada di titik terujung dari kekuatan sang jaring dan yang satu lagi berada di titik tengah dari pusat perhatian jaring, namun yakinlah semua berada diposisi yang sesuai proposionalnya, begitu juga manusia dan kehidupannya semua berbeda namun ciptakan dalam tujuan yang satu yaitu untuk menyembah kepada Allah Swt.
Tergesa-gesa aku dibuatnya, pukul 8 waktu Alexandria, pintu rumah lantai tujuh baru saj aaku buka, sedang di Kairo sana pukul 10 akan digelar rapat terbatas bersama MPA dan BPA PPMI terkait Surat Keputusan Presiden pada 18 Oktober yang lalu.
Bismillah ya Allah bisikku dalam hati, lancarkanlah segala urusannku, sambil melangkah kucoba merogoh saku celana dasar yang ku kenakan, ya ampun hanya 40 Pond, aku benar-benar harus menghemat untuk pulang ke Kairo.
2 Pond menuju mahatta maser, 35 pond untuk tremco menuju ramsis, 2 pond untuk ke wisma. aku nyengir sendirian alhamdulillah masih ada satu pond untuk keadaan darurat nantinya, untuk minum ?, sarapan ? beli oleh-oleh ? aah sudahlah kejar dulu tugas di Kairo ini bentakku dalam diri.
Sambil memandang jauh keluar jendela aku terbayang bagaimana bedanya kehidupanku dan kehidupan rekan kerjaku selaku wakil presiden PPMI, aku orang jalanan yang selalu saja berpikir taktis dan sistematis tanpa harus banyak pertimbangan, sedangkan dia seorang wirausahan dan pegiat kajian yang semuanya harus dimasukkan terlebih dahulu kedalam pikiran dan dipertimbangkan matang-matang sebelum dikerjakan, "gak mungkin aku bisa sejalan dengannya dalam satu tahun edepan jikalau terpilih nanti." terngiang dalam ingatanku akan keraguan akibat perbedaan anatara aku dan dia.
Dan saat ini yang kudapati aku dan dia merupakan pasangan serasi yang saling melengkapi untuk memimpin Masisir ini (mahasiswa Indonesia di Mesir) tipikalku yang reaktor gampang tersulut selalu dapat diredam dengan pertimbangan-pertimbangannya dan tipikal dia yang cendrung harus berpikir ulang menjadi cepat berpikir dengan kehadiranku.
ooh my Good, waktu sudah menunjukkan pukul 09.15 apa bisa aku mengejar pukul 10 sudah berada di Wisma Nusantara tempat di mana akan dilangsungkannya pertemuan terbatas antara aku dan MPA-BPA PPMI ?
Bismillah aku raih telepon genggamku untuk menghubungi bung hujaj di sana," Assalamualaikum Bung." sapaku memulai pembicaraan pagi ini.
aku jelaskan pelan-pelan akan duduk persoalan ini dan aku gambarkan kemungkinan terburuk jikalau aku tak dapat mengejar waktu untuk dapat mengahdiri perkumpulan itu dengan kata lain beliaulah yang harus bisa menggantikan posisiku dan dapat menjelaskan kepada mereka akan keputusan Presiden yang telah aku tanda tangani 18 Oktober yang lalu.
"iya bung agus, tenang saja saya akan menyampaikan semuanya ke mereka, bung gak perlu khawatir yang terpenting antum tiba dengans elamat di Kairo oke."
Lega rasanya mendengar kesiapannya untuk menggantikan posisiku saat ini, perbedaan itu akan selalu dapat menyatu dengan pengertian dan perhatian Lu

1 komentar:

  1. lulu siap menerima amanat dari k' Agususanto Chairul Anwar

    BalasHapus