0

Want to Be

Posted in
Tersisa hanya tiga kertas lagi sebelum disambar oleh Fahrizal selaku pimpinan saat penghitungan suara saat itu setelah mengalami beberapa pergantian orang, karena memang penghitungan ini cukup menguras tenaga. Sudah mendekati subuh, jam usangkupun sudah menunjukkan pukul 04.15 subuh hari, suasana cukup hening di luar ruangan ini, bahkan beberapa mata sudah mulai terpejam rapat menikmati perjalanan alam mimpinya masing-masing.
"Nomor satu," kembali ia menyebutkan nomor yang menjadi nomor favoritku malam itu setelah ia membuka lembaran kertas itu kembali. "Syah, Syah." ditimpali oleh beberapa saksi utusan dari masing-masing kandidat.
"Nomor satu." kembali ia menyebutkan nomor favritku dengan suara sedikit meninggi. dan hanya satu kertas lagi yang akan diesekusi olehnya selaku pimpinan Pemilu Raya PPMI Mesir 2014 ini.
Seperti dihipnotis reflek aku menahan nafas menanti kertas suara itu untuk segera dibuka dan disuarakan hasilnya.
"dan ini yang terakhir, Nomor satu." 
Riuh tepuk tangan memecah kesunyian subuh itu, tanpa harus dihitung sudah terlihat jelas betapa jauh perbedaan perolehan suara yang tampak dari gambar coretan pagar ala penghitungan normalnya.
Tim penulis segera menjumlahkan total perolehan suara dalam pemilihan Presiden PPMI Mesir masa bakti 2014-2015 ini. kawan-kawankupun masgul mencoret-coret buku catatannya ala akutan menghitung dengan teliti persis seperti yang tertulis juga di papan penghitungan suara.
Melalui quick count ala timsesku aku dapat melihat perolehan suara untuk kandidat nomor satu pasangan Agus dan Hujaj sebanyak 680 suara dan Kandidat nomor dua Rois dan Riki sebanyak 277 dan perolehan suara untuk pasangan nomor tiga Zul dan Berri 22 suara.
Aku langsung segera mohon undur dan tersungkur ke tanah seraya bersyukur dan menangis atas kemenangan dan kepercayaan masyarakat PPMI kepadaku.
dan aku kembali merapat bersama teman-teman mengikuti jalan proses penghitungan total suara, saat Fahrizal berdiri untuk turut membantu penghitungan total suara beberapa orang langsung bersuara dan memberitahukan bahwasanya masih ada kertas yang tidak sengaja terduduk olehnya dan belum sempat terhitung. Dan semua perhatian beralih kepada kertas itu, ada dua kertas yang belum sempat dihitung.
Setelah  dirinya meminta maaf kepada semuanya yang hadir Fahrizalpun langsung membuka lembaran kertas tersebut dan hasilnya dua-duanya adalah suara untuk kandidat nomor satu aku tersenyum dan langsung menyadari perubahan yang terjadi dengan adanya dua surat suara tambahan itu.
Dan hasil akhir yang dibacakan oleh tim penghitung jumlah suara yang diperoleh oleh kandidat nomor satu yaitu aku dan bung hujaj adalah 682. angka itu memang tidaklah spesial oleh orang lain namun beda dengan diriku dan 680 orang lainnya yang sama-sama alumni gontor pada tahun 2008.
"Why harus angka 682." tanya ku dalam hati.
Pondok Modern Gontor selalu menggunakan umur gontor dalam penandaan angkatan alumninya yaitu dengan di gandeng angka enam yang menunjukkan kelas enam sederajat dengan tiga SMA di kebanyakan sekolah-sekolah yang ada di Indonesia sedangkan angka belakang adalah umur pondo Gontor yang terhitung sejak berdirinya di tahun 1926 dan alumni 2008 bertepatan dengan umur gontor ke 82 tahun.
Karena itulah angka 682 sangatlah spesial bagiku, itu merupakan identitasku di hadapan semua santri gontor baik alumninya maupun santrinya bahkan pimpinan serta seluruh jajaran pondok jikalau bertanya kepada kami yang sudah alumni pasti akan ditanya 6 berapa ya mereka akan menjawab angka masing-masing dan angkaku adalah 682.
wallahu'alam apakah ini suatu kebetulan atau ini rencana Allah yang jelas subuh ini terindah bagiku tepat 17 Agustus 2014 Aku dinyatakan sebagai Presiden terpilih PPMI Mesir dengan di dampingi patnerku bung Hujaj Nurrohim, semoga ini merupakan rahmat bagiku dan alam semesta ini amieen Bismillah Lembaran ini ku mulai.

0 komentar: