0

On The Road

Posted in
Perjalanan panjang hari ini saya mulai dengan senyum lepas bersama salah seorang sahabat saya di gedung perjuangan wisma nusantara. Menjadi presiden PPMI merubah segala pola hidup yang selama ini saya lakoni, sama seperti hari-hari sebelumnya setelah terpilih dan resmi dilantik bertubi-tubi urusan harus saya tangani dan berbagai permasalahan harus segera mendapatkan perhatian dan jalan penyelesaiaannya. Keluar pagi pulang malam, saya tersenyum sendiri sebelum menutup hari jikalau subuh telah menjelang, karena waktu kerja sebagai presiden PPMI ternyata jauh lebih panjang ketimbang waktu kerja kantoran seperti di Indonesia.
"faiz hari ini kita harus mengunjungi dua provinsi di Mesir." ujar saya saat membuka gerbang gedung putih pemberian presiden Habibie itu.
"what ??? mengunjungi provinsi lain ???" tanyanya dengan nada kaget.
Saya hanya menganggukkan kepala dan melempar senyum kepadanya, "santai bung" sambil menepuk pundaknya, meskipun saya seorang presiden dan dia kabinet yang berada dalam kuasa saya, namun saya dan wakil presiden selalu memperlakukan semua yang berada di kabinet dan di sekitar kami seperti sahabat, panggilan "bung" dalam sapaan untuk seluruhnya bagi kami akan meruntuhkan dinding pemisah jabatan, karena bagi saya sendiri presiden PPMI bukanlah jabatan melainkan amanah besar yang harus saya tunaikan.
"Oke bunga gue siap" dengan nada candanya menyatakan kesiapan untuk ikut serta mendampingi saya mengunjungi daerah-daerah yang akan mengadakan pelantikan kepengurusannya.
"abasss. abbaassss." teriak kenek-kenek tremco yang melewati masjid Rab'ah, mana yaa tujuan asyir salam ni "keluhku setelah setengah jam berdiri dipinggir jalan. berbeda dengan presiden-presiden pendahalu, saya mencoba menerapkan sistem kesederhanaan dalam menjalankan amanah ini, dengan situasi ekonomi organisasi yang cukup sulit saya dan kabinet sepakat untuk menghemat sekuat mungkin pembelanjaan organisasi wal hasil salah satunya adalah dengan cara mengurangi sedemikian rupa penyewaan mobil untuk berpergian kemana-mana dan menghindari pemakaian taxi jikalau tidak terlalu urgent.
"Kita ke provinsi mana saya bung gus ?"
"tafahna-zagazik dan besok kita lanjuti mansurah serta tanta" ucapku singkat sambil mengejar tremco putih yang tadi melewati kami dengan menggerak-gerakan kelima jarinya yang menandakan tujuan asyir.
Di Mesir memang cukup unik sobat, mereka melambangkan nama-nama tempat dengan gerakan tangan seperti telunjuk untuk menandakan daerah tujuan awal abbas, tanda piss menunjukan daerah tujuan sabik dan selanjutnya. untuk itulah jikalau ada yang baru tiba di Mesir saya sarankan untuk anda mengetahui ilmu isyarat ini terlebih dahulu sob sebelum jalan-jalan seorang diri di kota penuh Romzi (lambang) ini.
PPMI (persatuan pelajar dan mahasiswa Indonesia) memiliki beberapa wilayah di luar ibu kota Mesir yang kebanyakannya berada di mana Universitas Al-Azhar memiliki cabang di sana. ada empat wilayah hingga saat ini yaitu DPD (Dewan Pengurus Daerah) Tanta, Mansourah, Zagazig dan Tafahna.
Dan mobil berlalu melewati hutan-hutan beton hingga semuanyapun menghitam.

0 komentar: