0

Perspektif Dalam Teori Organisasi

Posted in
Ada beberapa pendekatan perspektif yang berbeda satu sama lain bisa dipergunkan untuk menganalisis teori atau konsep organisasi. Pendekatan perspektif dipergunkan untuk memahami bahwa mempelajari teori organisasi tidak hanya cukup menggunkan a single dan unified models dari tatanan suatu organisasi. Akan tetapi banyak pendekatan dan cara yang berbeda yang bisa dipakai. Istilah perspektif dipakai sebagai konsep Umbrella di mana kita bisa memakai berbagai pandangan yang relevan. Istilah perspektif dipergunakan untuk memperjelas pengelompokan atau pembagian teori-teori organisasi yang sejalan atau paling tidak yang berkembang pada kurun waktu yang sama. Pada aslinya konsep perspektif ini dipergunakan dalam manajemen, akan tetapi inti pembahasannya dipergunakan pula untuk teori organisasi.

Menurut Huse dan Bowditch (1973) ada 3 golongan aliran perspektif ini, yakni:
          (1) Perspektif I
          (2) Perspektif II
          (3) Perspektif III

Perspektif I ini intinya melihat konsep organisasi dari faham klasik. Aliran ini pada intinya mengartikan organisasi sebagai suatu isue-isue  tentang bagaimana organisasi itu disusun, fungsi-fungsi dirancang dan dibiayai, kewenangan dan tanggungjawab dijalankan, span pengawasan dijalankan  dan gaya kepemimpinan yang bagaimana yang seharusnya dijalankan.
Ada 3 aliran yang menonjol pada perspektif I ini, yakni aliran prinsip-prinsip organisasi universal, aliran struktural, dan aliran manajemen ilmiah.

Perspektif II dalam perspektif ini konsep oranisasi lebih diartikan sebagai aliran pekerjaan. Konsep dasarnya bagaimana suatu informasi itu bisa dijalankan dan disampaikan dengan sebaiknya melalui alat analisa yang tepat. Pada perspektif ini konsep oganisasi sudah mengenalkan riset operasional.

Perspektif III dalam hal ini konsep organisasi sebagian besar titik perhatian pada human perspektif. Dalam pandangan perspektif organisasi bahwa manusia dalam setiap satuan kerja organisasi menjadi lebih penting dibandingkan dengan struktur seperti yang ditekankan dalam aliran perspektif I

PERSPEKTIF MENURUT EUGENE HAAS dan THOMAS E DRABEK

Suatau variasi yang amat luas tentang formulasi teori organisasi yang telah dibangun untuk menjelaskan tentang apa dan bagaimana perilaku organisasi ini pada umumnya dalam dunia nyata (praktika). Bangunan konsep itu telah dimulai dari yang sifatnya (perspektif) klasik sampai yang tergolong modern. Eugene Haas dan Thomas Drabek berpendapat tentang konsep perspektif antara lain:
1) Rational Perspective
2) Clasical Perspective
3) Human relations perpective
4) Natural system Perspective
5) Conflict perspective
6) Exchange perspective
7) Technology perspektive
8) Open system perspective

Demikian 8 perspektif menurut Haas dan Dabrek, yang masing-masing mempunyai model konsep  teori yang berbeda satu sama lain

PERSPEKTIF SISTEM RASIONAL (W. Scott)

Menurut W. Richard Scott (1981) ada  beberapa perspektif teori organisasi :
        1) Perspektif Rational,
        2) Perspektif Natural
        3) Perspektif Open System
        4) Kombinasi dari 3 perspektif diatas

Kita ikuti dulu penjelasan dari perspektif Richard Scott. Dari Rational system ini, organisasi merupakan instrumen yang dirancang untuk mencapai tujuan tertentu, Bagaimana baik buruknya suatu instrumen amat tergantung pada faktor-faktor yang dirangkumkan oleh konsep rasionalntasnya suatu struktur. perspektif ini dipandang sebagai suatu tindakan yang dipandu oleh tujuan dan tindakan yang terkordinasikan. bahasa yang dipergunaan antara lain: efisensi, optimalisasi, implementasi, dll

          1) mempunyai tujuan yang spesifik atau tertentu ( goal specificity) dan
          2) formalization

ALIRAN NATURAL SYSTEM
          sementara kita ketahui bahwa teori-teori sistem rasional menekankan organisasi sebagai kolektivitas yang dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu,  maka sistem natural menekankan bahwa organisasi yang pertama dan seterusnya adalah kolektivitas. jika rasional system menekankan bahawa karakteristik organisasinya merupakan ciri yang amat membedakan dengan jenis  kelompok-kelompok sosial lainnya, maka natural system menyatakan bahwa pembedaan itu bukanlah ciri utama dari perspektif ini. natural system pada umumnya bisa menerima dan bisa share  karakteristik dengan kelompok sosial lainya

SIFAT-SIFAT NATURAL SYSTEM
1) Kompleksitas Tujuan
2) Struktur Yang Informal
3) Analisis Fungsional
  
PERSPEKTIF OPEN SYSTEM
          Teori Open System Dalam Organisasi Mulai Dikenal Sebenarna Telah Lama, Namun Semenjak Akhir Perang Dunia II Mulai Dirasakan Penting Teori Organisasi Mempergunakan Perspektif Open System Ini. Tokoh Yang Mengenalkannya Adalah Ludwig Von Bertalanffy. Open System Memberikan Perspketif Baru Bahwa Organisasi Itu Senantiasa Berhubungan Dalam Spektrum Yang Luas Dengan Disiplin Lainnya. Bahwa Organisasi Sebagai Suatu Sistem Characterized By Kombinasi Dari Bagian Lainnya Yang Membuat Nya Independent. Dalam Open system ini, diakui kehidupan suatu organisasi sangat ditentukan oleh terjalinnya hubungan dengan faktor lingkungannya. Di dalam open system ini suatu organisasi  sebagai total system senantisasi didukung oleh sub sistem-sub sistem yang lain. Hirarki dalam suatu organisasi merupakan terjalinnya antara hirarki yang di atas dengan sub hirarki yang ada di dalamnya. Dengan open system organisasi senantiasa diwujudkan dalam susunan hirarkikel dari hirarki atas didukung dengan hirarki bawah

Aliran atau School Open System
Dalamperspktif open system ini aliran yang dapat dikelompokkan ke dalamnya antara lain:
(1) System design
(2) Teori Continjensi
(3) Model Karl Weick

          Jika sistem design dan kontinjensi menenkan pada rancangan organisasi berdasarkan pada teori open system, maka Karl Weick model menenkankan pada implikasi suatu rancangan organisasi terhadap psikologi sosial dari rancangan organisasi. Pengaruhnya terhadap psikologi sosialnya dianalisis.

PERSPEKTIF KONFLIK
          Dikatakannya, sebagai lawan dari perspektif rasional yang menenakan stabilitas dan equalibrium, maka perspektif konflik memberikan analisa tentang terjadinya perbedaan yang menimbulkan konflik. Dengan demikian dalam organisasi tidak mesti harus stabil dan damai saja, akan tetapi ada munculnya konflik

PERSPEKTIF EXCHANGE
          Dalam perspektif ini organisasi sebagaimana bentuk suatu sistem sosial bisa dianalisis secra baik jika dilihat dari proses interaksi di antara angotanya (social activities among the members). Proses interksi sosial inilah yang menjadi pusat perhatian dari perspektif ini

PERSPEKTIF TECHNOLOGI
          Perspektif ini menekankan bahwa dalam suatu organisasi selain faktor human/manusia maka mesin sebagai produk dari tehnologi itu juga berperan amat penting. Manusia sebagai masternya maka tehnologimenjadi faktor penentu dari keberhasil suatu entity yang disebut organisasi

Refrensi :
W.Richard Scott, 1981,Organization, Rational,,Natural and Open systems, Prentice Hall, New Jersey
Eugene Haas and Thomas E. Drabek, 1973, Complex Organizations, a Sosiological Perspektif, The Macmillan Co., New Yok
Miftah Thoha, 1992, Dimensi-Dimensi Prima Ilmu Administrasi Negra, RadjawaliJakarta
Miftah Thhoha, 2008, Ilmu Administrasi Publik Kontemporer, Kebcana Prenada, J

0 komentar: