0

Pembelajaran Dari Tugas

Posted in
Lesu saya memandang lemari yang begitu berantakan, sudah hampir seminggu semenjak disibukkan di senat Syariah Islamaiyah (FSI) sungguh tidak teratur hari-hari saya, pulang kerumahpun hanya sesekali dan itu bisa ditebak hanya mandi dan mengembalikan pakaian-pakaian kotor dan menggantinya dengan pakaian yang bersih dan tentunya terburu-buru, semuanya bagai dadar gulung pakaian-pakaian itu saya buat, begitu enaknya di puntel-puntel menjadi buntelan kecil dan dimasukkan kedalam lemari kecil yang sudah sejak awal ingin memuntahkan seluruh isinya.
Wajar saja targetku ingin menyukseskan Fusul Takwiyah yang kami usung bersama-sama demi kesuksesan kami dalam menghadapi ujian al-Azhar, meski posisi saya bukanlah yang terpenting dalam program itu namun saya merasa sangat memiliki program itu, semua saya coba handle, mulai dari mencari kaka senior yang siap meluangkan waktunya untuk mengajari adik-adiknya sampai mengatur waktu serta tempat yang akan dilangsungkannya bimbingan belajar tersebut dan cuap-cuap menelponin satu persatu untuk diajak hadir dalam bimbingan moqorror tersebut.
rasanya begitu energik terget di depan mata begitu besar, saya tidak lagi memikirkan tubuh ringkih ini apalagi urusan rumah lainnya yang saya tahu pokoknya menyelsaikan hal-hal yang belum selesai. wal hasil beginilah saya tersenyum memandangi lemari yang sudah tidak layak lagi. semua butuh proses dan pengorbanan batin saya dan bergegas mengeluarkan harta karun itu dan melemparnya ke dalam kamar mandi untuk segera diesekusi.
Sambil mencuci baju dengan di temani Amr Diab penyanyi dengan suara emasnya "flash back" satu minggu yang lalu seakan dipampang dihadapan saya semua jelas reka ulang yang menggambarkan kekacauan hari-hari saya dan semua itu saya lihat kesalahannya ada di pengaturan waktu yang kurang tepat dan efisiensi waktu dalam mengerjakan tugas-tugas yang ada.
Sehabis menjemur baju-baju yang sudah saya esekusi langsung saya menyambar kertas dan pulpen, tidak ingin rasanya saya melupakan begitu saja pelajaran berharga ini yang harus say bayar dengan satu minggu kehilangan keteraturan waktu saya. Mulailah saya menuliskan berbagai pembagian waktu mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, memisahkan antara yang rutin dan target harian yang harus dicapai. seorang muslim tidak akan pernah masuk kedalam lubang yang sama untuk kedua kalinya ucap saya dengan tersenyum. terima kasih Allah engkau telah memberikan pelajaran berharga ini kepada saya

0 komentar: