0

Man Arafa Bu'da Safari Istaada

Posted in
Sejauh mata memandang hanya ada hamparan gurun pasir penuh debu, ini pengalaman pertama saya saat melaksanakan amanah pertama sebagai koordinator PAKASI.
Hal yang pertama saya lakukan adalah mencoba mensosialisasikan visi dan misi PAKASI itu sendiri kepada seluruh organisasi kekeluargaan yang memang menjadi lumbung SDM yang ada di Masisir ini. Sayapun tidak tahu apa yang sebenarnya saya lakukan ini dan apa tujuan serta keuntungan buat saya pribadi, semuanya mengalir begitu saja mengikuti insting, seperti air yang selalu saja mengalir dari tempat yang tinggi menuju tempat yang lebih rendah atau seperti kebaikan yang akan selalu menghasilkan kebaikan-kebaikan lainnya semuanya begitu saja berjalan.
Matahari tinggi menyingsing menyilaukan pandangan mata, begitu banyak riak fatamorgana yang terlihat di sepanjang ruas jalan yang saya lalui dengan sepeda motor hasil sewahan ini.
Sejak pagi pukul 10 saya sudah mulai melangkahkan kaki keluar rumah menuju tempat penyewahan motor, karena memang di Mesir mahasiswa Indonesia boleh dikatakan jarang yang memiliki motor sendiri, berbeda dengan di tanah air yang kebanyakan para mahasiswipun dengan bebas berkendaraan seenaknya di jalan raya.
Di sini menjadi pemandangan yang kurang lazim jikalau seorang wanita berkendaraan, apalagi kendaraan terbuka seperti sepeda motor.
Saat ini saya tengah menuju daerah bernama tajamu awal di mana markas besar untuk mereka yang berasal dari Sumatera Barat berada. Daerah ini memang sedikit jauh dari kampung Asia yang pernah saya cerita dulu, berada di kawasan Kairo Jadidah beberapa kilometer dari Nasr City.
Di bawah naungan organisasi pusat yang benama PPMI (Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia) terdapat 17 organisasi kekeluargaan yang menganyomi seluruh mahasiswa dari Sabang sampai Marauke ada KMA untuk perhimpunan mahasiswa asal Nanggroe Aceh Darussalam, untuk mereka yang berasal dari Medan mereka akan berkumpul di HMM, KPTS untuk Tapanuli Selatan, adan kekeluargaan KMM yaitu mereka yang berasal dari Sumatra Barat seperti yang saya ceritakan di atas, ada lagi yang menamakan perkumpulan mereka dengan KMJ yaitu kumpulan mereka yang berasal dari Jambi, KEMASS untuk mereka yang berasal dari Sumatera Selatan, KSMR (Riau), IKMAL (Lampung), KPJ (Jakarta), KPMJB (Jawa Barat), KMB dari Banten, KSW (Jawa Tengah), GAMAJATIM (Jawa Timur), FOSGAMA (Madura), KMKM (Kalimantan), KMNTB (Nusatenggara dan sekitarnya), dan KKS perkumpulan mahasiswa asal Sulawesi.
Saya hanya tersenyum meski sudah hampir 2 jam mengendarai motor dan sesekali dibonceng bergantian bersama ketua senat yang saat itu dipangku oleh kak Dayat jabatan ketua senat Syariah, ini semua pengalaman pertama saya yang paling berharga.
mendatangi setiap markas perkumpulan mahasiswa dan ketemu dengan ketua-ketuanya langsung bagi saya adalah tanjakkan tinggi yang menawarkan keindahan nantinya dipuncak jadi why not untuk berlelah terlebih dahulu jikalau saya tahu akan ada manfaat yang sungguh luar biasa nantinya.
Pukul 20.15 CLT perjalanan ini berakhir dengan kunjungan terakhir ke keluargaan KSMR yang berada di wilayah Hai-9 perbatasan Hai-8, seusai mengembalikan motor pinjaman tadi di Bait Malaysia kami menuju markas besar senat di bilangan Gami sepanjang jalan kak dayat banyak bercerita kepada saya mengenai kehidupan di Masisir dan bagaimana polanya. ada organisator tulen tanpa memperhatikan akademisinya, ada akademisator dan menentang sangat dengan kehidupan oragnisasi, adapula pola bisnisman namun ada pula yang bisa menggabungkan semuanya dan kamu bebas memilih pola mana yang akan kamu ikutin dan itu semua tergantung pada dirimu sendiri gus.....

0 komentar: