0

Exposure, Shutter Speed, Aperture dan Iso

Posted in
Sobat dulu ketika saya belum mengenal dunia Fotografi saya beranggapan bahwasanya, kualitas gambar itu hanya tergantung pada kamera apa yang kita gunakan, jelas doong yang menggunakan kamera moncong (red: DSLR) pastinya gambarnya bagus, anggapan saya zaman pra sejarah dulu.
namun ternyata tidak sobat lebih dalam dari itu semua, penentuan hasil gambar itu bagus atau tidak yaaa, tergantung pada skil/kemapuan kita sob, jikalau kemampuan kita bagus dalam bidang jeprat-jempret ini otomatis meskipun menggunakan kamera Hp sekalipun akan menghasilkan gambar yang bagus looh "percaya gak yaa ??"
naah beda halnya meskipun kita menggunakan kamera DSLR for Pro sekalipun kalau skil kita tidak ada alias full Auto yaa sami mawon sob gak bakal terlihat bagus paling gambarnya pada pecah hehehe....
mudah kook dunia fotografi itu kita cukup memahami Exposure, Shutter Speed, Aperture dan Iso , simpel kan sobat yuuk mari simak lebih jelasnya :)
ini rumus sederhananya "Cahaya yang masuk diterjemahkan oleh sensor menjadi sebuah gambar. Apabila cahaya yang diterima oleh kamera kurang, gambar akan menjadi gelap atau sering disebut dengan Under Exposed (UE). Sebaliknya apabila cahaya yang masuk ke dalam kamera berlebih, gambar akan menjadi terlalu terang atau disebut dengan Over Exposed (OE)".
Contoh Perbandingan Cahaya
Fotografer kenamaan, Bryan Peterson, telah menulis sebuah buku berjudul Understanding Exposure yang didalamnya diterangkan konsep exposure secara mudah. Peterson member ilustrasi tentang tiga elemen yang harus diketahui untuk memahami exposure, dia menamai hubungan ketiganya sebagai sebuah Segitiga Fotografi. Setiap elemen dalam segitiga fotografi ini berhubungan dengan cahaya, bagaimana cahaya masuk dan berinteraksi dengan kamera.

Ketiga elemen tersebut adalah:

ISO – ukuran seberapa sensitif sensor kamera terhadap cahaya
Aperture – seberapa besar lensa terbuka saat foto diambil
Shutter Speed – rentang waktu “jendela’ didepan sensor kamera terbuka
Interaksi ketiga elemen inilah yang disebut exposure. Perubahan dalam salah satu elemen akan mengakibatkan perubahan dalam elemen lainnya.
hal terpenting dalam Exposure
Perumpamaan Segitiga Eksposur

Mungkin jalan yang paling mudah dalam memahami exposure adalah dengan memberikan sebuah perumpamaan. Dalam hal ini kita umpamakan segitiga exposure seperti halnya sebuah keran air.

Shutter speed bagi saya adalah berapa lama kita membuka keran
Aperture adalah  seberapa lebar kita membuka keran
ISO adalah kuatnya dorongan air
Sementara air yang mengalir melalui keran tersebut adalah cahaya yang diterima sensor kamera
Tentu bukan perumpamaan yang sempurna, tapi paling tidak kita mendapat ide dasarnya. sebagaimana anda lihat, kalau exposure adalah jumlah air yang keluar dari keran, berarti kita bisa mengubah nilai exposure dengan mengubah salah satu atau kombinasi ketiga elemen penyusunnya. Jika kamu mengubah shutter speed, berarti mengubah berapa lama keran air terbuka. Mengubah Aperture berarti mengubah seberapa besar debit airnya, sementara mengubah seberapa kuat dorongan air dari sumbernya.
Kamera saat ini sudah memiliki kemampuan melihat gambar dan menghitung exposure yang canggih. Bahkan informasi tentang kombinasi antara Shutter Speed, Aperture dan ISO dapat tergambarkan dengan sangat baik. Kamera DSLR ataupun kamera pocket/saku sudah memiliki fitur pilihan mode exposure, apakah itu otomatis, semi otomatis atau manual.

Pada kamera DSLR terdapat mode Exposure (Manual) dan Otomatis (Automatic, Program, Aperture Priority dan Shutter Speed Priority). Silahkan membuka kembali buku manual kamera masing-masing untuk mengatur mode-mode tersebut pada kamera.

Untuk menggunakan manual exposure, kamu harus memahami terlebih dahulu tentang Shutter Speed, Aperture dan ISO. Jika ketiganya dipahami, kamu bisa menuangkan air di dalam gelas tanpa harus tumpah ataupun kurang adalah hal yang mudah.

Exposure Compensation

Exposure Compensation adalah sebuah fitur kamera untuk mengubah hasil perhitungan exposure baik dari manual ataupun auto expoosure. Biasanya disimbolkan dengan sebuah tanda EV +/-
Kapan kita dapat menggunakan Exposure Compensation? Adalah pada saat kita menggunakan auto/manual exposure, namun hasil foto lebih gelap/terang dari yang diinginkan sebelumnya. Maka naikkan Exposure Compensation sebesar +1EV dan begitu juga sebaliknya, jika ingin foto lebih gelap, turunkan menjadi -1EV atau lebih.

Rumus Exposure = Shutter Speed + Aperture + ISO = Exposure

Exposure Compensation bukan bagian dari faktor penentu exposure. Exposure Compensation hanya mengubah hasil perhitungan auto exposure saja. Jika kita menerapkan Exposure Compensation positif, maka hasil perhitungan auto exposure kamera akan lebih terang daripada sebelumnya. Jika kita menerapkan Exposure Compensation negatif, maka hasil perhitungan auto exposure akan lebih gelap dari sebelumnya.
contoh tombol untuk mengubah exposure compensation pada kamera dslr nikon & canon
Keempat unsur inilah sob yang harus kamu latih terus untuk mengasah kepekaan kamu terhadap objek dan pencahayaan agar hasil dari yang kamu jempret bagus dan memuaskan sobat dan pasti sering-sering latihan dan jangan takut mencoba itu yang terpenting dalam dunia fotografi ini :)
untuk yang belum memiliki kamera sendiri kamu bisa latihan di http://camerasim.com/apps/camera-simulator/ secara online sob yaa lumayan deeh mirip seperti aslinya ^_* selamat berlatih yaaa

0 komentar: