0

Aku Seorang Penuntut Ilmu, Akan Tetapi...

Posted in
Sobat Rasanya tamparan ini begitu keras di pipi saya setelah melihat dan merenungi segala ucapan ini, ingin rasanya langsung menghubungi orang yang membuat Video dan menterjemahkannya untuk saya ucapkan terimakasih kepadanya.
kehidupan tidak selamanya dinamis, pasti kita akan mengalami masa-masa setatis di mana semangat dan kekuatan kita naik turun dalam kenyataan, termasuk juga saya.
semoga sobatpun akan merasakan semangat yang lebih setelah menyaksikan video di bawah ini :)

Aku seorang penuntut ilmu, akan tetapi…
Tak ada waktu bagiku untuk membaca Al-Qur’an setiap hari, untuk mengobati hatiku & mengangkat derajatku di surga…


Aku seorang penuntut ilmu, akan tetapi…

Tak sempat untukku melakukan sholat malam, atau hanya sekedar satu raka’at witir…
Tak pernah kuingat turunnya rahmat Allah di 1/3 malam yang terakhir, hingga bisa kupinta rahmat itu dari-Nya untukku…


Kerap kulalaikan sholat sunnah rawatib dan sholat di shaf terdepan, hingga selalu saja kuberdiri di shaf-shaf di belakang, hingga hampir-hampir kudapati tidak adanya barakah pada waktuku…



Aku seorang penuntut ilmu, akan tetapi…

Hal-hal sia-sia tak berguna memenuhi hayatku…
Aku kurang perhatian dengan jadwal dan janji…
Aku tak paham tentang berharganya waktu…
Aku tak pernah memiliki target dan tujuan hidup…


Aku seorang penuntut ilmu, akan tetapi…

Aktivitas harianku bukanlah aktivitas yang bermanfaat dan berkualitas.
Kalau ada kegiatan bersenang-senang dan mengasyikkan, kan kau dapati aku orang yang pertama hadir.
Tapi, kalau kegiatan majelis ilmu dan mengkaji agama, sorry, aku sibuk.


Aku seorang penuntut ilmu, akan tetapi…

Lisanku tak pernah berhenti dari mengghibahi kaum muslimin dan menjatuhkan kehormatan mereka…
Syaithan selalu menggoda dan menjerumuskanku dalam perbuatan burukku ini…
Jadilah aku seorang yang hobi menjatuhkan para du’at dan ulama, siang dan malam…


Aku seorang penuntut ilmu, akan tetapi…

Aku susah menerima nasehat.
Kalau ada orang yang menasehatiku, memerah marah wajahku dan sesak dadaku…


(tapi)…toh memang begini kebanyakan para multazim di zaman ini…bukankah begitu?

0 komentar: