0

Tugas Awal Berakhir Di Teras

Posted in
Teeng teeng....Lamunan saya menghambur seketika seiring jam dinding yang terpajang indah di tengah ruang utama rumah sederhana kami berdentang, "duh gak ada waktu lagi, kalau begini saya akan terlambat pastinya tiba disana," batinku searah detak jantung yang semakin cepat memompa darah mengalir ke ubun-ubun kepala, membuat panas seisi ruangan ini.
Ini hari pertama kumpul panitia PAKASI (paket kader syariah, yang saya ceritakan di tulisan saya sebelumnya). Dengan cekatan saya menyambar semua peralatan yang saya butuhkan, baju kemeja, peci, buku catatan semua ludes seketika berpindah ke tangan saya.
Baju kemeja yang belum sempurna terpasang di badan terpaksa harus ikut terseret-seret angin musim semi, secepat kilat jejeran pedagang kaki lima di kawasan suq madrasah saya lewati, yang ada di pikiran saat itu hanyalah bagaiman caranya saya tiba di perkumpulan tidak terlambat titik.
Saya tidak dapat menyembunyikan rasa haru saat melihat pintu rumah sewa yang disulap menjadi sekretariat senat mahasiswa jurusan Syariah Islamiyah asal Indonesia. mata ini berbinar meski jantung belum dapat berdetak normal akibat berlari dengan kecepatan di atas normal, nafaspun belum kembali sepenuhnya masih tercecer di jalan-jalan yang saya lewati tanpa perhatian tadi.
"Alakulihal saya sampai," batin saya saat memencet bel berwarna putih yang terpasang tepat di sebelah pintu teralis besih yang begitu kokoh itu, saat pintu dibuka hanya satu sensasi yang saya rasakan, yaitu sensasi kecewa.
"kemana teman-teman lainnya?" dengan suara penuh penasaran saya bertanya kepada toni yang membukakan pintu kepada saya.
Sambil tersenyum dia menjawab "yaa, inilah yang lain itu," 
saya hanya bisa tersenyum, untuk apa saya berlari seperti orang gila kalau semuanya tidak menghormati ketepatan waktu ?.
Pada akhirnya kumpul yang tadi di jawalkan dimulai pada pukul 2 siang, hanya menghasilkan obrolan mentah di teras hingga waktu ashar tiba hanya segelintir panitia yang baru hadir, dan kumpul benar-benar dapat di mulai pada pukul 5 sore, ini satu prestasi bagi saya setidaknya saya bukan termasuk orang-orang yang akan terpotong dengan waktu jikalau waktu itu diibaratkan sebagai pedang.
alwaktu ka syaifi, in lam taq to' ha kotho aka

0 komentar: